Seribu Purnama


Setelah seribu purnama
Terasuki oleh nafsu
Terbelenggu oleh waktu
Walau asa terus memaki
Takkan pernah bisa berlari

Saat semuanya sirna
Haruskah berduka atau tertawa
Ku tak pernah bisa membaca
Walau semua aksara jiwa
Mengalir dalam aorta

Saat tak ada yang mengerti
Untuk apa harus berlari
Untuk apa menjerit
Meronta-ronta dijalanan
Seperti orang pesakitan

Saat ini
Ku hanya inigin sendiri
Memasrah mematung diri
Di gerogoti oleh mimpi
Hingga seribu purnama kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar